Friday, 12 May 2017

hugs

Stop. Look. Choose. Vote.

That started with lots of fun, but drastically turned to be so emotional towards the end.

1. Turn your back
2. Stare at your partner
3. Shake hands
4. Hug your partner

Chuckled everytime I need to give only 2 to all guys, but I guess and I hoped they understood well that behind the 2 score given, my level of acception is beyond 4.

Then came one who gave me 4. I change his score from 2 to 4 also.
And guess what we did after that?

We created a silly 'peluk jarak jauh' gesture. (oh, I met one with teary eyes while doing this silly gesture)

Believe me, the game was tough.

Monday, 1 May 2017

100Plus @ KLCC

Tak tahu apa jenis rasa bila tiba2 tersebut dan teringat.

Alam maya sezaman dahulu memang benar2 umpama mimpi. Maybe at that time we were too naive of what the outside world might affect our way of thinking and dreaming.

Bagaimana tidak seindah mimpi, berpagi2an setiap hari mendahului yang lain. Rupa2nya ada yg lebih awal di situ. Direzekikan menumpang tenang dalam sunyi subuh dgn alunan Al-Waqi'ah yang sayup bergema.

Duduk di sebalik tirai, there were a lot of things to define and figure out, both in mind and within the heart.

Entah keindahan apa sebenarnya yang lebih meralitkan. Maka ada airmata keliru yang mengalir. Terlalu ingin dijauhkan, tapi itulah yg ditakdirkan terus menguji ketetapan.

Bukan terlalu mudah jalannya bila kita berikrar dalam diam, untuk tidak terlalu terganggu dan tertarik dari kelurusan, tapi tertipu juga dgn terang yg diharap mampu menyuluh, tapi rupanya sekadar silau yang sangat mengelirukan.

Mahu ikhlas merelakan kenangan yang sebahagiannya masih memalukan. Moga hanya yg terbaik untuk semua, juga yg tidak lagi kedengaran khabarnya.

Realiti diri hari ini sangat jauh dari keindahan mimpi lalu.

Allah bless you. Saya redha.